Setapak Langkah – 27 Mei 2026 | Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan bahwa program MBG 3B kembali digencarkan sebagai upaya strategis pemerintah dalam memerangi stunting di Indonesia.
Program MBG 3B (Masyarakat Berdaya Gizi 3B) berfokus pada tiga pilar utama: pemberian suplementasi gizi, peningkatan pengetahuan ibu hamil dan menyusui, serta penguatan layanan kesehatan di tingkat desa. Dengan pendekatan terpadu, diharapkan angka balita yang mengalami stunting dapat ditekan secara signifikan dalam lima tahun ke depan.
Beberapa langkah konkret yang akan dilaksanakan antara lain:
- Distribusi paket makanan tambahan (PMT) yang mengandung zat besi, vitamin A, dan asam folat kepada ibu hamil dan balita di wilayah berisiko tinggi.
- Penyuluhan gizi intensif melalui posyandu, kader desa, dan tenaga kesehatan yang dilengkapi modul edukasi berbasis digital.
- Penguatan koordinasi lintas sektoral antara BKKBN, Kementerian Kesehatan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat untuk memantau pertumbuhan anak secara berkala.
- Peningkatan akses layanan kesehatan dengan menambah fasilitas pemeriksaan antropometri di puskesmas dan posyandu.
Ratu Ayu menambahkan bahwa pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting nasional dari 24,4 % menjadi di bawah 15 % pada tahun 2028. Untuk mencapai target tersebut, alokasi anggaran khusus sebesar Rp 20 triliun telah disiapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2024‑2028.
Selain itu, program ini juga mengintegrasikan data digital yang memudahkan pemantauan real‑time kondisi gizi anak di seluruh daerah. Sistem tersebut memungkinkan tenaga kesehatan untuk mengidentifikasi kasus stunting secara cepat dan memberikan intervensi yang tepat waktu.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, lembaga donor, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan MBG 3B dapat menjadi tonggak penting dalam upaya menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi masa depan Indonesia.