Setapak Langkah – 16 April 2026 | Wakil Kepala Otorita (Wako) Pekanbaru baru-baru ini meluncurkan program terpadu yang menggabungkan bantuan pangan dengan layanan cek kesehatan gratis bagi warga yang membutuhkan. Inisiatif ini bertujuan mengurangi beban ekonomi sekaligus meningkatkan status kesehatan masyarakat, terutama di kawasan yang terdampak kemiskinan dan pandemi.
Program tersebut dilaksanakan di beberapa titik strategis kota, termasuk balai desa, posyandu, dan pusat distribusi bantuan. Setiap penerima bantuan pangan—seperti beras, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya—secara otomatis terdaftar untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar meliputi pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, serta skrining gizi.
Kerjasama lintas sektor melibatkan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta lembaga swadaya masyarakat yang membantu proses verifikasi data penerima. Berikut rangkaian kegiatan yang dilakukan pada hari peluncuran:
- Pendaftaran dan verifikasi identitas penerima bantuan.
- Pembagian paket bantuan pangan.
- Pemeriksaan kesehatan oleh tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga gizi.
- Pemberian rekomendasi tindak lanjut bagi peserta yang menunjukkan indikasi risiko kesehatan.
Data awal menunjukkan bahwa lebih dari 5.000 rumah tangga telah menerima paket bantuan sekaligus menjalani pemeriksaan kesehatan. Dari hasil skrining, sekitar 12% penduduk menunjukkan tekanan darah tinggi, dan 9% mengindikasikan risiko diabetes, yang selanjutnya akan dipantau oleh puskesmas setempat.
Wako Pekanbaru menekankan bahwa integrasi layanan ini bukan sekadar program sementara, melainkan model berkelanjutan yang dapat direplikasi di kota lain. Pemerintah daerah berkomitmen menambah frekuensi cek kesehatan serta memperluas jenis bantuan pangan sesuai kebutuhan masyarakat.