Setapak Langkah – 27 April 2026 | Wakil Ketua Mahkamah Perwakilan Rakyat (MPR) RI, Lestari Moerdijat, menekankan bahwa data kebudayaan yang akurat menjadi landasan utama dalam merancang kebijakan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Dalam sebuah pernyataan, beliau menyoroti perlunya integrasi data budaya ke dalam perencanaan sektoral serta pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan data tersebut.
- Pengumpulan data yang terstandardisasi: Menggunakan metodologi survei berbasis teknologi GIS dan aplikasi mobile untuk mencatat situs budaya.
- Verifikasi dan validasi: Melibatkan ahli budaya dan tokoh masyarakat setempat dalam proses pengecekan keabsahan data.
- Digitalisasi dan penyimpanan: Membuat repositori digital nasional yang dapat diakses publik dengan keamanan data yang terjamin.
- Partisipasi masyarakat: Mendorong warga untuk berkontribusi melalui program crowdsourcing dan pelatihan literasi digital.
- Pemanfaatan dalam kebijakan: Mengintegrasikan data kebudayaan ke dalam perencanaan pembangunan infrastruktur, pariwisata, dan pendidikan.
Selain itu, Lestari Moerdijat mengajak semua pihak untuk memanfaatkan platform digital yang telah disiapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, guna memperluas akses terhadap informasi budaya dan meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pelestarian warisan budaya.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan data kebudayaan yang akurat dapat menjadi fondasi kuat bagi pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berwawasan budaya, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki serta partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.