Setapak Langkah – 22 Mei 2026 | Rico Verhoeven, petinju kelas berat asal Belanda yang dikenal sebagai raja kickboxing, mengumumkan persiapannya untuk menantang juara dunia tinju kelas berat, Oleksandr Usyk, dengan mengadopsi taktik khas kickboxing.
Verhoeven menekankan bahwa ia akan memanfaatkan kecepatan kaki, kombinasi pukulan‑tendangan, dan kontrol jarak yang menjadi ciri khas seni bela diri tersebut. Menurutnya, keunggulan tersebut dapat mengganggu ritme Usyk yang terbiasa beradu dalam jarak yang lebih sempit.
- Penggunaan Tendangan Kaki: Memanfaatkan tendangan low kick untuk melemahkan kaki lawan.
- Jarak dan Mobilitas: Menjaga jarak dengan footwork dinamis untuk menghindari serangan balasan.
- Kombinasi Pukulan‑Tendangan: Menyisipkan pukulan cepat di antara tendangan untuk menciptakan kebingungan.
- Teknik Clinch: Menggunakan clinch untuk mengatur ritme dan mengurangi peluang serangan tubuh lawan.
Tim pelatih Verhoeven, yang terdiri dari mantan juara kickboxing dan ahli taktik tinju, juga menyiapkan program kebugaran khusus untuk meningkatkan daya tahan Verhoeven dalam ronde‑ronde panjang yang biasanya terjadi dalam tinju profesional.
Di sisi lain, Usyk, yang baru saja memegang gelar juara dunia kelas berat setelah mengalahkan Anthony Joshua, diharapkan tetap mengandalkan teknik bertarung berbasis jab‑cross dan footwork tradisional tinju. Namun, ia juga dilaporkan sedang mempelajari dasar‑dasar kickboxing untuk menyiapkan diri menghadapi gaya Verhoeven yang tidak konvensional.
Pertarungan antara keduanya dijadwalkan akan berlangsung pada akhir tahun ini di arena internasional, menjanjikan sorotan besar dari penggemar olahraga beladiri di seluruh dunia. Jika Verhoeven berhasil mengeksekusi rencana tersebut, ia berpotensi menulis ulang sejarah dengan menjadi petinju pertama yang menumbangkan juara dunia tinju kelas berat menggunakan pendekatan kickboxing.