Setapak Langkah – 12 Juli 2026 | Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang pada ajang World Climbing Series yang digelar di Chamonix, Prancis, pada tahun 2026. Pada nomor speed putra, Veddriq Leonardo berhasil menjuarai dengan meraih medali emas, sementara rekan setimnya, Antasyafi Mahmud, mengamankan medali perak.
Balapan yang berlangsung di arena indoor dengan lintasan vertikal sepanjang 15 meter tersebut menampilkan kompetisi ketat antara pendaki-pendaki terbaik dunia. Veddriq mencatat waktu 5,12 detik, memotong rekor sebelumnya dan menempatkan Indonesia di puncak klasemen. Antasyafi tidak jauh di belakang, mencatat waktu 5,34 detik, cukup untuk mengamankan posisi kedua.
Keberhasilan kedua atlet ini merupakan bukti konsistensi program pengembangan speed climbing di Tanah Air, yang sejak beberapa tahun terakhir mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga serta federasi panjat tebing nasional. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih tertarik pada cabang olahraga yang masih terbilang baru ini.
Pelatih utama tim Indonesia, Ahmad Fauzi, menyatakan, “Kemenangan Veddriq dan Antasyafi adalah hasil kerja keras, disiplin, serta dukungan seluruh tim teknis. Kami berharap pencapaian ini menjadi batu loncatan untuk meraih medali di ajang Olimpiade mendatang.”
Dengan hasil ini, Indonesia kini menempati posisi teratas dalam peringkat medal dunia pada kategori speed putra, menandai peningkatan signifikan dibandingkan penampilan sebelumnya. Antisipasi untuk kompetisi selanjutnya, termasuk kejuaraan dunia berikutnya dan ajang Olimpiade Paris 2024, semakin tinggi.