Setapak Langkah – 17 Mei 2026 | Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, terpaksa memulai balapan Moto3 di Sirkuit Catalunya pada tahun 2026 dari barisan ke-21. Kegagalan menembus sesi kualifikasi utama membuatnya harus mengandalkan sesi backup, yang hanya memberi peluang untuk memulai di posisi belakang grid.
Selama sesi kualifikasi, Veda berjuang melawan kecepatan tim dan cuaca yang berubah-ubah. Meskipun menunjukkan tempo yang kompetitif, ia tidak berhasil mencatat waktu yang cukup cepat untuk masuk dalam 20 pembalap terdepan. Akibatnya, ia ditempatkan pada posisi ke-21, satu posisi di atas titik keluar (DNF) bila tidak mengatasi tantangan lintasan.
Posisi start yang tidak menguntungkan menambah tekanan bagi Veda untuk menembus pack depan pada awal lintasan. Strategi tim akan sangat bergantung pada pemilihan ban, pengaturan suspensi, dan kemampuan Veda dalam melakukan overtaking di tikungan pertama yang terkenal sempit.
Berikut beberapa faktor kunci yang akan mempengaruhi performa Veda pada hari balapan:
- Kecepatan start: Memaksimalkan akselerasi di garis start untuk menghindari kemacetan.
- Manuver overtaking: Menggunakan teknik slipstream dan pengereman optimal untuk melewati lawan.
- Manajemen ban: Menjaga suhu dan degradasi ban agar tetap kompetitif selama 18 lap.
Jika Veda berhasil menembus tiga posisi pertama dalam 5 lap pertama, peluangnya untuk meraih poin podium akan meningkat secara signifikan. Penampilan yang solid juga akan memperkuat reputasinya sebagai salah satu talenta muda Indonesia yang dapat bersaing di panggung MotoGP.
Penggemar Indonesia menantikan aksi Veda dengan penuh harap, mengingat prestasinya sebelumnya di kejuaraan Asia dan performa konsisten di kelas junior. Keberhasilan Veda di Catalunya tidak hanya berdampak pada karier pribadi, tetapi juga memberikan dorongan moral bagi perkembangan olahraga balap motor di tanah air.