Setapak Langkah – 01 Agustus 2026 | Indonesia Construction & Engineering Fair – International Procurement Fair & Exhibition (ICEF‑IPFE) 2026 akan digelar dengan target mengundang sekitar 15.000 peserta, termasuk pelaku industri, pejabat pemerintah, dan penyedia solusi teknologi. Acara ini dirancang untuk memperkenalkan ekosistem pengadaan modern yang dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara yang diproyeksikan mencapai Rp911,7 triliun.
Pengadaan publik memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan nasional. Dengan nilai belanja yang begitu besar, setiap inovasi dalam proses pengadaan dapat menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan, baik dari sisi penghematan biaya maupun percepatan pelaksanaan proyek.
Berikut ini beberapa tujuan utama ICEF‑IPFE 2026:
- Mengintegrasikan teknologi digital seperti e‑procurement, blockchain, dan kecerdasan buatan ke dalam proses pengadaan.
- Menyediakan platform kolaboratif bagi pemerintah, penyedia barang/jasa, dan fintech untuk bertukar best practice.
- Menunjang pengembangan sumber daya manusia melalui seminar, workshop, dan sertifikasi profesional.
- Mendorong partisipasi usaha kecil dan menengah (UKM) dalam rantai pasok pengadaan.
Acara ini terbagi menjadi tiga zona utama: Pameran Teknologi Pengadaan, Forum Kebijakan Publik, dan Arena Inovasi. Setiap zona menampilkan pameran produk, presentasi kebijakan, serta kompetisi solusi digital. Sebagai contoh, zona Pameran menampilkan lebih dari 200 exhibitor yang memperkenalkan sistem e‑procurement, solusi manajemen kontrak, serta platform analitik data pengadaan.
Data penting acara:
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Target Peserta | ≈15.000 orang (pejabat, pelaku industri, akademisi) |
| Perkiraan Nilai Belanja Pemerintah | Rp911,7 triliun (2024‑2025) |
| Lokasi | Jakarta International Expo (JIEXPO) |
| Tanggal | 15‑20 Oktober 2026 |
| Zona Utama | Pameran Teknologi, Forum Kebijakan, Arena Inovasi |
Dengan melibatkan ribuan stakeholder, ICEF‑IPFE 2026 diharapkan menjadi katalisator transformasi pengadaan publik di Indonesia, menjadikan prosesnya lebih cepat, lebih transparan, dan lebih berdaya saing pada tingkat global.
Keberhasilan acara ini akan menjadi tolok ukur bagi pemerintah dalam mengimplementasikan agenda reformasi birokrasi dan meningkatkan daya tarik investasi asing melalui prosedur pengadaan yang terstandardisasi.