Setapak Langkah – 21 Juni 2026 | Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan pada Minggu lalu bahwa negara tersebut berhasil menandatangani perjanjian penjualan kapal perang pertama kalinya ke negara anggota NATO dan Uni Eropa, yakni Rumania. Kesepakatan ini menandai tonggak penting bagi industri pertahanan Turki yang selama ini lebih fokus pada pasar domestik dan beberapa negara non‑NATO.
Kesepakatan mencakup pengiriman satu kapal patroli kelas Ada yang dilengkapi dengan sistem senjata modern, radar 3D, serta kemampuan anti‑kapal dan anti‑udara. Kapal tersebut diperkirakan akan beroperasi di Laut Hitam dan Laut Aegea, memperkuat kemampuan pertahanan maritim Rumania.
- Nilai kontrak: diperkirakan mencapai US$300 juta.
- Waktu pengiriman: diproyeksikan selesai pada akhir 2027.
- Manfaat bagi Turki: meningkatkan pendapatan ekspor pertahanan, memperluas jaringan pelanggan NATO, dan menegaskan posisi Turki sebagai produsen alutsista yang kompetitif.
Berikut ini rangkuman spesifikasi utama kapal yang diekspor:
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Panjang | 55 meter |
| Kecepatan maksimum | 28 knot |
| Persenjataan utama | Meriam 76mm, peluncur rudal anti‑kapal |
| Sistem radar | Radar 3D multi‑mode |
| Kapasitas awak | 45 orang |
Penjualan ini diyakini akan memperkuat hubungan bilateral Turki‑Rumania, sekaligus menambah kepercayaan NATO terhadap kemampuan industri pertahanan Turki. Observers menilai bahwa langkah ini dapat membuka peluang bagi Turki untuk menembus pasar pertahanan negara‑negara Eropa lainnya, meski tetap harus bersaing dengan produsen tradisional seperti Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat.
Reaksi domestik di Turki pun positif, dengan banyak pihak memuji pencapaian ini sebagai bukti kematangan teknologi nasional dan kontribusi nyata terhadap neraca perdagangan. Di sisi lain, beberapa analis mengingatkan pentingnya transparansi dalam proses penjualan alutsista kepada negara anggota aliansi, agar tidak menimbulkan ketegangan geopolitik di wilayah Laut Hitam.