Setapak Langkah – 22 Mei 2026 | Personel TNI dan Polri sedang melakukan operasi evakuasi jenazah pendulang emas yang menjadi korban serangkaian aksi kekerasan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di kawasan Kampung Kawe, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Upaya ini merupakan bagian dari respons cepat aparat keamanan untuk menanganinya setelah kejadian penyerangan pada malam sebelumnya.
Tim evakuasi yang dipimpin oleh Komandan Resimen Infanteri 2/30 Kostrad dan Kapolres Bima melaksanakan langkah-langkah berikut:
- Pengamanan zona kejadian dengan penempatan pasukan infantry, unit udara, dan tim khusus Polri.
- Penentuan rute evakuasi aman menggunakan kendaraan off‑road serta helikopter TNI‑AU untuk mengangkut jenazah ke rumah sakit militer terdekat.
- Pemeriksaan identitas korban oleh petugas medis lapangan dan pencatatan data forensik.
- Koordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk penanganan jenazah sesuai protokol kesehatan.
Proses evakuasi diperkirakan memakan waktu sekitar tiga jam, dengan bantuan helikopter Mi‑17 yang berhasil mengangkat tiga jenazah sekaligus ke base camp di Bima. Sementara itu, tim medis melakukan otopsi sementara untuk memastikan penyebab kematian serta mengumpulkan bukti bagi penyelidikan selanjutnya.
Pejabat keamanan menegaskan bahwa operasi ini tidak hanya bertujuan mengembalikan jenazah kepada keluarga, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menegakkan supremasi hukum di wilayah rawan konflik. Mereka menambahkan bahwa aparat akan terus meningkatkan patroli dan kerja sama dengan aparat keamanan setempat guna mencegah terulangnya aksi kekerasan serupa.
Keluarga korban telah menerima informasi resmi mengenai proses evakuasi dan dijanjikan akan diberikan dukungan psikologis serta bantuan administratif dalam proses pemakaman. Pemerintah daerah juga menyatakan kesiapan untuk menyediakan fasilitas pemakaman sementara hingga proses pemulangan jenazah ke kampung halaman selesai.