Setapak Langkah – 03 Juli 2026 | Kepala Penerangan Koopsasi TNI (Koops TNI) Habema, Letkol Inf. Wirya Artadiguna, mengonfirmasi bahwa tiga armada kesatuan pengamanan telah dikerahkan untuk mengevakuasi jenazah pilot Amerika Serikat yang menjadi korban serangan Kelompok Khas Badan (KKB) di wilayah Papua.
- Armada pertama: satu helikopter SAR Militer TNI Angkatan Udara yang dilengkapi fasilitas perawatan intensif.
- Armada kedua: dua kendaraan lapis baja dari Kesatuan Pengamanan TNI Angkatan Darat yang berfungsi sebagai pengawal dan transportasi darat.
- Armada ketiga: satu pesawat angkut strategis yang dipersiapkan untuk membawa jenazah ke pangkalan militer terdekat guna proses repatriasi selanjutnya.
Koopsasi TNI menegaskan bahwa seluruh proses evakuasi dilakukan sesuai protokol humaniter dan koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta serta tim konsuler di wilayah operasi.
Selain menegaskan kesiapan logistik, pernyataan tersebut juga menekankan pentingnya kerjasama bilateral dalam menanggapi insiden KKB yang semakin menantang keamanan di Papua. Penanganan jenazah pilot diharapkan dapat selesai dalam waktu 24 jam, setelah itu jenazah akan dibawa ke Jakarta untuk proses identifikasi dan pemakaman sesuai prosedur diplomatik.
Operasi ini mencerminkan upaya TNI dalam menegakkan kedaulatan serta menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga hubungan baik dengan sekutu internasional, khususnya Amerika Serikat, di tengah meningkatnya ancaman separatisme.