Setapak Langkah – 23 Agustus 2026 | Presiden Republik Indonesia kembali menegaskan komitmen penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, tidak hanya mengandalkan aparat militer dan kepolisian, tetapi juga melibatkan tokoh swasta. Salah satu nama yang disebutkan dalam arahan tersebut adalah Andi Syamsuddin Arsyad, lebih dikenal dengan sebutan Haji Isam, seorang pengusaha yang bergerak di bidang haji dan logistik.
Haji Isam, yang telah lama mengelola usaha transportasi dan penyediaan kebutuhan jamaah haji, dianggap memiliki potensi sumber daya logistik yang dapat dioptimalkan untuk memadamkan kebakaran serta menyalurkan bantuan kepada korban. Pemerintah mengharapkan kolaborasi lintas sektor ini dapat mempercepat respon di lapangan, mengingat skala kebakaran yang semakin meluas.
Berikut beberapa poin penting terkait penugasan tersebut:
- Koordinasi lintas lembaga: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan bekerja sama dengan TNI, Polri, serta pihak swasta seperti Haji Isam untuk menyusun strategi penanggulangan.
- Sumber daya logistik: Armada kendaraan, peralatan pemadam, dan fasilitas penyimpanan bahan bakar yang dimiliki oleh perusahaan Haji Isam dapat dialokasikan untuk operasi darurat.
- Pendanaan tambahan: Pemerintah membuka peluang bagi sektor swasta untuk berkontribusi secara finansial atau material dalam upaya pemadaman.
- Pemantauan dan evaluasi: Tim gabungan akan melakukan evaluasi rutin untuk menilai efektivitas penanganan dan menyesuaikan taktik sesuai perkembangan situasi.
Penunjukan Haji Isam dalam daftar pihak yang dapat diberi tugas ini menandakan perubahan paradigma dalam penanggulangan bencana di Indonesia, di mana peran serta sektor non‑pemerintah tidak lagi dipandang sekadar bantuan, melainkan sebagai bagian integral dari strategi nasional.
Selain itu, langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban aparat militer dan kepolisian, memungkinkan mereka fokus pada tugas pokok keamanan sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran hutan yang kerap meluas akibat cuaca kering dan praktik pembukaan lahan yang tidak terkendali.