Setapak Langkah – 14 Juli 2026 | Rating kredit Indonesia yang dikeluarkan oleh Standard & Poor’s (S&P) tetap berada pada level BBB dengan outlook stabil. Keputusan ini menegaskan bahwa ekonomi negara tetap berada pada landasan yang kuat meski dihadapkan pada tekanan eksternal dan fluktuasi harga komoditas.
- Cadangan devisa mencapai lebih dari US$130 miliar, cukup untuk menutupi impor selama lebih dari tiga bulan.
- Defisit anggaran tetap berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan, menunjukkan pengelolaan keuangan yang prudent.
- Inflasi rata-rata tahunan berada di kisaran 3-4%, mendukung daya beli konsumen.
- Neraca perdagangan tetap surplus, didorong oleh ekspor barang manufaktur dan komoditas non‑migas.
S&P menekankan bahwa meskipun terdapat risiko global seperti ketegangan geopolitik dan volatilitas harga minyak, Indonesia memiliki buffer yang cukup untuk mengatasi goncangan tersebut. Outlook yang stabil mengindikasikan bahwa tidak ada perubahan signifikan yang diharapkan dalam jangka pendek terhadap rating tersebut.
Keputusan ini juga dipandang positif oleh pelaku pasar dan investor, yang melihat rating BBB sebagai sinyal bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik dengan profil risiko yang dapat dikelola.