Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Munas-Konfes (Munasional Konferensi Besar) Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Bangkalan, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah Kiai Miftahul Akhyar menyampaikan pidatonya pada sesi pembukaan. Acara yang dihadiri oleh ribuan kader, tokoh agama, dan pejabat NU ini bertujuan meninjau kembali strategi dakwah dan kebijakan internal organisasi.
Dalam pidatonya, Kiai Miftahul Akhyar mengutip sejumlah sumber klasik serta teks modern untuk memperkuat argumennya mengenai pentingnya persatuan dan pembaruan. Namun, sebagian peserta menilai bahwa cara penyajian kutipan tersebut tidak tepat; ada bagian yang terpotong, penulisan referensi yang tidak akurat, serta pembacaan teks yang terkesan dipaksakan.
Seorang tokoh Nahdliyin yang tidak disebutkan namanya secara resmi, namun dikenal aktif di jaringan media sosial, secara terbuka mengkritik pidato tersebut. Ia menyoroti tiga hal utama:
- Ketidaktepatan sumber kutipan: Beberapa referensi yang disebutkan tidak sesuai dengan edisi asli buku yang dirujuk.
- Pembacaan teks yang tidak konsisten: Terdapat perbedaan dalam cara mengucapkan istilah-istilah kunci yang menyebabkan makna menjadi ambigu.
- Penggunaan bahasa yang kurang relevan: Gaya bahasa yang dipilih terkadang tidak selaras dengan konteks audiens modern, sehingga mengurangi dampak pesan.
Tokoh tersebut menekankan bahwa dalam forum sebesar Munas-Konbes, akurasi akademik dan kejelasan retorika harus menjadi prioritas, terutama ketika menyampaikan pesan kepada generasi muda yang menjadi target utama dakwah NU.
Reaksi lain yang muncul dari peserta lain bersifat konstruktif. Beberapa anggota mengusulkan agar tim editorial pidato dibentuk secara khusus, dengan melibatkan pakar bahasa dan ahli kitab untuk meninjau materi sebelum disampaikan di panggung utama.
Kasus ini membuka perdebatan lebih luas mengenai standar penyusunan materi dalam pertemuan tingkat nasional NU. Sementara sebagian pihak menilai kritik tersebut berlebihan, banyak yang sepakat bahwa memperbaiki kualitas penyampaian materi dapat memperkuat kredibilitas organisasi di mata publik.