Setapak Langkah – 03 Mei 2026 | Asosiasi pengemudi ojek online (ojol) mengingatkan pemerintah agar melakukan kajian komprehensif sebelum menerapkan rencana pemotongan tarif layanan sebesar 8 persen. Menurut asosiasi, penurunan tarif yang signifikan dapat menimbulkan gangguan pada ekosistem bisnis, termasuk pendapatan pengemudi, kelangsungan operasional platform, dan kualitas layanan bagi konsumen.
Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain:
- Pengurangan tarif dapat menurunkan pendapatan harian pengemudi, terutama yang bergantung pada jam sibuk.
- Platform ojol mungkin harus menyesuaikan model bisnis, yang berisiko mengurangi insentif bagi driver baru.
- Kualitas layanan dapat terpengaruh jika driver mengurangi jam kerja atau menolak order.
- Persaingan harga yang terlalu agresif dapat memicu perselisihan antara penyedia layanan dan regulator.
Asosiasi juga mengusulkan agar pemerintah melakukan analisis dampak ekonomi dengan mempertimbangkan variabel-variabel berikut:
| Variabel | Potensi Dampak |
|---|---|
| Pendapatan Pengemudi | Penurunan rata-rata 5-10% tergantung wilayah |
| Keberlanjutan Platform | Pengurangan margin operasional, potensi penutupan layanan di area kurang menguntungkan |
| Kepuasan Konsumen | Risiko penurunan kualitas layanan dan peningkatan waktu tunggu |
Dengan data tersebut, asosiasi menekankan pentingnya dialog terbuka antara regulator, penyedia platform, dan perwakilan driver untuk menemukan solusi yang seimbang. Mereka berharap kebijakan yang diambil dapat mendukung pertumbuhan sektor transportasi digital tanpa mengorbankan kesejahteraan pengemudi.