Setapak Langkah – 20 April 2026 | Tim Nasional Indonesia U-17 mengalami kegagalan besar pada laga grup Piala AFF U-17 2026 setelah harus menelan kekalahan tipis 2-1 melawan tim Vietnam. Kekalahan ini sekaligus menutup peluang Indonesia untuk melaju ke semifinal, mengakhiri harapan yang sempat menggelora sejak babak penyisihan pertama.
Pertandingan yang digelar di Stadion National Stadium, Hanoi, menyuguhkan duel sengit sejak menit pertama. Indonesia membuka keunggulan lewat gol tunggal yang dicetak oleh striker muda Peres Awkila Tjoe pada menit ke-23 setelah menerima umpan silang dari gelandang tengah. Namun, respons cepat Vietnam tak lama kemudian, dengan gol balasan pada menit ke-37 melalui striker mereka, Nguyen Van Minh.
Usaha Indonesia untuk kembali unggul kembali terhenti ketika Vietnam mencetak gol penentu pada menit ke-78, menjadikan skor akhir 2-1 untuk tuan rumah. Gol penentu itu dihasilkan dari serangan balik cepat yang memanfaatkan celah di lini belakang Indonesia.
- Skor akhir: Indonesia 1-2 Vietnam
- Gol Indonesia: Peres Awkila Tjoe (23′)
- Gol Vietnam: Nguyen Van Minh (37′), Tran Duc Anh (78′)
- Kartu kuning: 3 pemain Indonesia, 2 pemain Vietnam
- Penonton: sekitar 12.000 orang
Setelah peluit akhir, suasana di ruang ganti Indonesia tampak muram. Peres Awkila Tjoe terlihat tertekan, bahkan sempat menutupi wajahnya sambil berbaring di bangku cadangan, menandakan beban emosional yang dirasakannya. Pelatih tim, Budi Santoso, menyampaikan bahwa tim telah memberikan usaha maksimal, namun kekurangan pengalaman di level internasional masih menjadi faktor utama.
Dengan hasil ini, Indonesia harus kembali ke fase grup dan menunggu hasil pertandingan lain untuk menentukan posisi akhir grup. Jika Vietnam melaju, mereka akan mengisi slot semifinal, sementara Indonesia harus menanti keputusan resmi dari AFC mengenai peringkat tim-tim lain.
Ke depan, federasi sepak bola Indonesia berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk peningkatan program pembinaan usia dini dan penyesuaian taktik. Harapan masih tetap ada bagi generasi muda ini untuk bangkit kembali pada kompetisi berikutnya.