Setapak Langkah – 03 Agustus 2026 | Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan pentingnya memperkuat sistem ramah anak di seluruh lembaga pendidikan, termasuk pesantren, setelah beberapa kasus kejahatan yang melibatkan oknum di lingkungan pesantren mendapat sorotan publik.
PKB menolak agar seluruh pesantren dipandang negatif hanya karena tindakan individu. Menurut partai, tindakan kejahatan tersebut tidak mencerminkan kondisi umum pesantren yang selama ini berperan sebagai tempat pembinaan moral dan keagamaan bagi generasi muda.
Beberapa poin utama yang disampaikan PKB meliputi:
- Mengimplementasikan standar perlindungan anak yang terintegrasi dalam kurikulum dan aktivitas sehari-hari pesantren.
- Memberikan pelatihan rutin bagi pembina, guru, dan pengasuh tentang deteksi dini dan penanganan kasus kekerasan atau eksploitasi anak.
- Membangun mekanisme pelaporan yang mudah diakses, anonim, dan terjamin kerahasiaannya bagi korban atau saksi.
- Menjalin kerja sama dengan lembaga perlindungan anak pemerintah serta organisasi non-pemerintah untuk audit dan supervisi berkala.
- Menegakkan sanksi tegas terhadap oknum yang terbukti melakukan pelanggaran, sambil memastikan bahwa tindakan hukum tidak meluas kepada institusi secara keseluruhan.
PKB juga menekankan perlunya sosialisasi yang luas kepada masyarakat mengenai peran positif pesantren serta upaya-upaya yang telah dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Dengan demikian, diharapkan publik tidak lagi menggeneralisasi seluruh pesantren sebagai sumber masalah, melainkan melihatnya sebagai mitra dalam pembangunan generasi yang berkarakter.
Partai berharap pemerintah bersama stakeholder terkait dapat segera merumuskan regulasi yang mendukung sistem ramah anak, sekaligus memberikan dukungan sumber daya bagi pesantren dalam melaksanakan standar tersebut.