Setapak Langkah – 15 Mei 2026 | Sekjen Laskar Merah Putih, sebuah organisasi yang aktif mengawal penegakan hukum, menyuarakan keprihatinannya terkait kurangnya penghargaan terhadap para jaksa di Indonesia. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada minggu ini, ia menekankan bahwa jaksa‑jaksa di seluruh negeri belum menerima apresiasi yang sepadan dengan peran vital mereka dalam sistem peradilan.
Beberapa poin penting yang diangkat dalam pernyataannya meliputi:
- Penyesuaian tunjangan dan insentif yang sejalan dengan tingkat beban kerja dan risiko yang dihadapi.
- Peningkatan program pelatihan dan pengembangan profesional bagi jaksa.
- Penyediaan perlindungan hukum yang memadai bagi jaksa yang menangani kasus‑kasus sensitif.
- Peningkatan transparansi dalam proses penilaian kinerja jaksa.
Dalam konteks nasional, jaksa memiliki peran kunci dalam menuntut kasus pidana, melindungi kepentingan publik, serta memastikan bahwa proses peradilan berjalan adil. Namun, data internal Kementerian Hukum dan HAM menunjukkan bahwa tingkat kepuasan kerja jaksa berada pada level yang relatif rendah, dengan banyak di antaranya mengeluhkan kurangnya pengakuan atas kontribusi mereka.
Organisasi Laskar Merah Putih berharap agar Presiden dan pemerintah dapat menanggapi seruan ini dengan kebijakan konkret, seperti pembentukan mekanisme penghargaan khusus bagi jaksa yang menunjukkan integritas dan dedikasi tinggi. Dengan demikian, diharapkan moral dan profesionalisme jaksa dapat terjaga, serta kepercayaan publik terhadap sistem peradilan meningkat.
Seruan tersebut juga mendapat dukungan dari beberapa kalangan akademisi dan praktisi hukum yang menilai bahwa apresiasi yang proporsional tidak hanya meningkatkan motivasi, tetapi juga memperkuat independensi lembaga penegak hukum.