Setapak Langkah – 04 Agustus 2026 | Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar menyoroti masalah sanitasi di lingkungan pondok pesantren, khususnya ketersediaan fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK). Dalam beberapa pertemuan dengan pengelola pesantren, ia menegaskan bahwa jumlah MCK di banyak pesantren tidak sebanding dengan jumlah santri yang menempati.
Berikut poin-poin utama yang disampaikan:
- Rasio ideal MCK terhadap santri sebaiknya tidak kurang dari 1:30, namun di banyak pesantren rasio tersebut mencapai 1:80 atau lebih.
- Kekurangan air bersih menjadi faktor penghambat perbaikan fasilitas, terutama di daerah terpencil.
- Pembiayaan pembangunan MCK masih bergantung pada sumbangan donatur dan alokasi dana pemerintah yang belum optimal.
- Perlu adanya regulasi yang mengatur standar minimal sanitasi bagi semua pesantren yang menerima dana publik.
Muhaimin juga mengusulkan beberapa langkah konkret, antara lain:
- Inventarisasi menyeluruh fasilitas sanitasi di semua pesantren nasional.
- Penyediaan dana khusus melalui Kementerian Agama untuk renovasi dan pembangunan MCK.
- Pelatihan pengelola pesantren tentang manajemen kebersihan dan pemeliharaan fasilitas.
- Pengawasan berkala oleh tim inspeksi independen.
Pengamat pendidikan menilai bahwa upaya ini akan meningkatkan kualitas hidup santri sekaligus menurunkan angka penyakit menular. Namun, tantangan utama tetap pada koordinasi antara pemerintah, lembaga pesantren, dan masyarakat luas.
Dengan menekankan pentingnya sanitasi yang layak, Muhaimin berharap kebijakan yang lebih tegas dapat segera diterapkan, sehingga pesantren dapat menjadi lingkungan belajar yang sehat dan produktif.