Setapak Langkah – 24 Mei 2026 | Serangan udara terbaru yang dilaporkan menimpa ibu kota Ukraina, Kyiv, terjadi tak lama setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengingatkan rakyatnya bahwa Rusia tengah mempersiapkan penggunaan rudal hipersonik Oreshkin. Menurut saksi mata, terdengar dentuman keras di beberapa distrik selatan kota, diikuti dengan kilatan cahaya yang menandakan peluncuran proyektil berkecepatan tinggi.
Rudal Oreshkin, yang pertama kali diumumkan oleh militer Rusia pada 2023, diklaim mampu mencapai kecepatan Mach 20 dan memiliki kemampuan manuver yang membuatnya sulit dideteksi oleh sistem pertahanan udara konvensional. Jika laporan ini benar, ini akan menjadi pertama kalinya senjata tersebut digunakan dalam konflik bersenjata secara operasional.
Berbagai sumber militer mengonfirmasi bahwa pada pukul 02:15 waktu setempat, satu unit pesawat strategis Rusia meluncurkan rudal Oreshkin dari wilayah Kaliningrad. Proyektil tersebut diperkirakan menempuh jarak lebih dari 1.500 kilometer sebelum memasuki ruang udara Ukraina, meluncur dengan sudut serang yang rendah, dan menabrak target di daerah industri yang dikenal sebagai pusat logistik pasokan militer.
- Waktu serangan: 02:15 (WIB)
- Lokasi dampak: Distrik Dniprovska, Kyiv
- Kerugian: Beberapa bangunan sipil rusak, tidak ada laporan korban jiwa yang pasti saat ini
- Respons Ukraina: Pemerintah Kyiv mengaktifkan sistem pertahanan udara tambahan dan menyerukan dukungan internasional untuk memperkuat pertahanan anti-hipersonik.
Pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa “tindakan ini merupakan balasan proporsional atas serangan militer Ukraina yang terus-menerus menargetkan wilayah Rusia”. Namun, pihak militer Ukraina menolak tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa serangan ini merupakan agresi tidak terprovokasi yang melanggar hukum humaniter internasional.
Komunitas internasional memberikan reaksi beragam. Beberapa negara Barat menyerukan penyelidikan independen dan menekankan pentingnya menahan penggunaan senjata hipersonik yang dapat meningkatkan eskalasi konflik. Sementara itu, PBB masih dalam proses mengumpulkan data untuk menilai dampak serangan terhadap warga sipil.
Keberhasilan atau kegagalan penggunaan Oreshkin dalam konteks ini diperkirakan akan memengaruhi kebijakan pertahanan negara-negara NATO, khususnya dalam hal pengembangan sistem intercept hipersonik. Analisis para pakar militer menyebutkan bahwa jika rudal tersebut berhasil menembus pertahanan Ukraina, hal itu dapat mendorong percepatan program pertahanan hipersonik di Eropa dan Amerika Utara.
Untuk saat ini, situasi di Kyiv tetap tegang, dengan otoritas setempat terus memantau potensi ancaman lanjutan dan menyiapkan evakuasi warga di area terdampak.