Setapak Langkah – 19 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan signifikan, mencatat level tertinggi sebesar Rp 17.671 per dolar Amerika Serikat. Fluktuasi ini menandai tekanan nilai tukar terburuk dalam beberapa bulan terakhir.
Celios menekankan pentingnya likuiditas dalam menghadapi situasi volatilitas nilai tukar. Berikut beberapa rekomendasi yang disampaikan:
- Menjaga sebagian besar aset dalam bentuk uang tunai atau setara kas yang mudah dicairkan.
- Menghindari investasi pada instrumen yang memiliki likuiditas rendah, seperti obligasi korporasi jangka panjang atau properti yang tidak dapat dijual cepat.
- Mengalokasikan dana ke instrumen pasar uang yang memiliki tenor pendek dan risiko minimal.
- Memantau secara rutin pergerakan kurs dan kebijakan bank sentral untuk menyesuaikan strategi investasi.
Para pelaku pasar diharapkan tetap berhati-hati dan tidak terjebak pada skema investasi yang menjanjikan imbal hasil tinggi namun kurang likuid. Dengan memprioritaskan cash, investor dapat mengurangi eksposur terhadap fluktuasi nilai tukar yang tajam serta menjaga stabilitas keuangan pribadi.
Secara makro, otoritas moneter kemungkinan akan mempertimbangkan intervensi pasar atau penyesuaian suku bunga guna menstabilkan rupiah. Namun, langkah-langkah tersebut membutuhkan waktu untuk memberikan efek yang terasa di tingkat rumah tangga.
Dengan kondisi ekonomi yang masih dalam proses pemulihan pasca pandemi, kebijakan fiskal dan struktural yang mendukung produktivitas serta kepercayaan investor menjadi faktor kunci untuk mengembalikan kekuatan rupiah.