Setapak Langkah – 05 Juni 2026 | Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa perekonomian negara tetap menunjukkan daya tahan yang kuat meski dihadapkan pada gejolak ekonomi global, termasuk tekanan inflasi, volatilitas pasar komoditas, dan ketegangan geopolitik.
Beberapa indikator utama yang mendukung narasi tersebut antara lain:
- Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) diproyeksikan mencapai 5,2% pada kuartal terakhir, lebih tinggi dari perkiraan regional.
- Inflasi konsumen berada pada kisaran 2,9%, masih berada dalam target Bank Indonesia (2-4%).
- Investasi asing langsung (FDI) meningkat 12% YoY, didorong oleh sektor energi terbarukan dan manufaktur.
Berikut rangkuman data fiskal utama:
| Komponen | Nilai (Triliun Rp) |
|---|---|
| Penerimaan Negara | 2.350 |
| Belanja Operasional | 2.291,4 |
| Surplus Primer | 58,6 |
Keberhasilan menjaga surplus primer ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk memperkuat program sosial, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta menyiapkan cadangan fiskal untuk menghadapi potensi guncangan eksternal.
Purbaya menambahkan bahwa kebijakan penguatan nilai tukar, diversifikasi ekspor, dan reformasi struktural di sektor energi serta pertanian menjadi prioritas utama dalam menjaga stabilitas ekonomi jangka menengah.
Dengan landasan fiskal yang kuat, Indonesia diperkirakan dapat terus mempertahankan pertumbuhan inklusif dan meningkatkan daya beli masyarakat, meski kondisi global tetap tidak menentu.