Setapak Langkah – 29 Maret 2026 | Pada Idul Fitri 2026, arus balik kedua ke ibu kota Indonesia mencapai puncaknya dengan perkiraan 186.000 kendaraan yang melaju masuk Jakarta. Jumlah ini melampaui prediksi sebelumnya dan menandakan tingginya mobilitas penduduk setelah libur panjang.
Jasa Marga, pengelola jalan tol utama, menegaskan pentingnya persiapan sebelum menempuh perjalanan jauh. Pengguna diimbau untuk memeriksa saldo e‑toll, memastikan sistem pembayaran elektronik berfungsi, serta memeriksa kondisi kendaraan seperti tekanan ban, lampu, dan rem.
Data lalu lintas menunjukkan peningkatan signifikan pada beberapa gerbang tol utama. Berikut rangkuman perubahan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya:
| Gerbang Tol | Pertumbuhan |
|---|---|
| GT Cikunir | +114% |
| GT Cawang | +78% |
| GT Ciputat | +65% |
Selain GT Cikunir yang mencatat lonjakan tertinggi, gerbang‑gerbang lain juga mengalami peningkatan dua digit, mencerminkan pola pergerakan massa penduduk dari daerah asal menuju Jakarta. Peningkatan ini berdampak pada kepadatan lalu lintas, khususnya pada jam sibuk sore dan malam.
Untuk mengurangi kemacetan, Jasa Marga menyarankan beberapa langkah praktis:
- Gunakan aplikasi resmi untuk memantau kondisi lalu lintas secara real‑time.
- Manfaatkan jalur alternatif atau waktu perjalanan di luar jam puncak.
- Pastikan saldo e‑toll mencukupi minimal Rp50.000 untuk menghindari kegagalan pembayaran.
- Lakukan pengecekan rutin pada komponen penting kendaraan sebelum berangkat.
Dengan mengikuti rekomendasi tersebut, diharapkan arus balik dapat berjalan lebih lancar dan mengurangi potensi kecelakaan di jalur tol utama.