Setapak Langkah – 16 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto menegaskan pada sebuah konferensi pers bahwa pemerintah tidak menentang mekanisme pasar bebas. Ia menekankan bahwa kebijakan ekonomi tetap harus berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan semangat negara kekeluargaan, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan rakyat.
- Pasar bebas dipandang sebagai mekanisme alokasi sumber daya yang efisien.
- Pemerintah berperan sebagai pengawas untuk mencegah praktik monopoli dan penindasan konsumen.
- Kebijakan harus selaras dengan prinsip keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila.
- Fokus utama tetap pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya beli.
Penegasan ini muncul setelah munculnya spekulasi publik bahwa kebijakan ekonomi pemerintah cenderung proteksionis. Prabowo menegaskan bahwa persepsi tersebut tidak akurat, dan bahwa pemerintah tetap membuka diri terhadap investasi asing serta kerjasama internasional selama memenuhi standar nasional.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa sikap pemerintah yang menggabungkan liberalisasi pasar dengan nilai-nilai sosial dapat menjadi jalan tengah yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa implementasi kebijakan tersebut memerlukan koordinasi lintas kementerian serta pengawasan yang ketat.