Setapak Langkah – 24 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada acara yang diadakan di Istana Negara, Jakarta. Danantara ditetapkan sebagai dana kedaulatan yang bertugas mengelola aset-aset strategis negara yang diperkirakan bernilai triliunan rupiah.
Penunjukan Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer (COO) menandai langkah awal dalam operasionalisasi dana tersebut. Oskaria, yang memiliki pengalaman luas di bidang investasi dan manajemen aset, diharapkan dapat membangun kerangka kerja yang transparan dan profesional.
Berikut rangkaian tujuan utama Danantara:
- Mengoptimalkan nilai aset negara melalui investasi yang berisiko terkendali.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyalurkan dana ke sektor‑sektor produktif.
- Menjamin keamanan dan likuiditas aset melalui diversifikasi portofolio.
Target nilai aset yang akan dikelola pada fase awal diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun, dengan rencana penambahan hingga Rp5 triliun dalam lima tahun ke depan. Rincian alokasi investasi diproyeksikan sebagai berikut:
| Sektor | Persentase Alokasi |
|---|---|
| Infrastruktur | 35% |
| Energi Terbarukan | 20% |
| Teknologi dan Digital | 15% |
| Industri Manufaktur | 15% |
| Lainnya | 15% |
Pengelolaan dana ini akan diawasi oleh komite independen yang terdiri dari perwakilan pemerintah, akademisi, dan praktisi keuangan, guna memastikan akuntabilitas dan transparansi. Laporan keuangan dan kinerja investasi akan dipublikasikan secara berkala kepada publik.
Peluncuran Danantara diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi Indonesia serta memperkuat posisi negara dalam arena investasi global.