Setapak Langkah – 24 April 2026 | Palestinian Prisoner’s Society (PPS) menilai bahwa otoritas Israel meningkatkan penangkapan perempuan Palestina secara sistematis dalam beberapa bulan terakhir, mengkhawatirkan pelanggaran hak asasi manusia khususnya bagi wanita yang berada dalam zona konflik.
Data yang dikumpulkan PPS menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam tiga bulan terakhir, tercatat 215 perempuan ditangkap, meningkat 40 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rincian bulanan dapat dilihat pada tabel berikut:
| Bulan | Jumlah Penangkapan |
|---|---|
| Januari | 45 |
| Februari | 70 |
| Maret | 100 |
Penangkapan ini berdampak luas, antara lain:
- Terputusnya akses perempuan terhadap layanan kesehatan dan pendidikan.
- Stigma sosial bagi keluarga yang ditinggalkan.
- Penurunan partisipasi ekonomi karena banyak perempuan merupakan pencari nafkah utama.
- Risiko penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi selama proses penahanan.
PPS menuntut transparansi dari pihak militer Israel serta investigasi independen dari badan internasional. Organisasi hak asasi manusia lain, termasuk Human Rights Watch, juga menyuarakan keprihatinan serupa dan meminta agar penangkapan tidak diskriminatif serta mematuhi konvensi internasional.
Sejauh ini, otoritas Israel belum memberikan penjelasan resmi mengenai lonjakan tersebut. Namun, mereka menyatakan bahwa semua penangkapan dilakukan dalam rangka keamanan dan pencegahan aktivitas teroris. PPS menegaskan bahwa tindakan ini harus dipertanggungjawabkan dan tidak boleh mengabaikan hak-hak perempuan Palestina.