Setapak Langkah – 25 Juni 2026 | PLTU Pelabuhan Ratu di Jawa Barat kini mengintegrasikan biomassa berupa serbuk sorgum ke dalam proses pembakaran batu bara. Inisiatif ini merupakan upaya untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta menurunkan emisi karbon.
Serbuk sorgum diproduksi oleh petani lokal dan diolah menjadi bahan bakar tambahan. Dengan metode co-firing, serbuk sorgum dicampur bersama batu bara dalam proporsi tertentu sebelum masuk ke dalam tungku pembangkit.
Keuntungan penggunaan serbuk sorgum
- Mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian.
- Mengurangi emisi SOx, NOx, dan CO2.
- Mendukung perekonomian petani lokal melalui peningkatan permintaan bahan baku.
- Menurunkan biaya operasional jangka panjang.
Rasio campuran bahan bakar
| Bahan Bakar | Rasio (%) |
|---|---|
| Batu Bara | 85 |
| Serbuk Sorgum | 15 |
Pengujian awal menunjukkan bahwa campuran 15% serbuk sorgum tidak menurunkan efisiensi pembangkit, namun berhasil menurunkan emisi karbon dioksida sekitar 5% dibandingkan pembakaran batu bara murni.
Proyek ini diharapkan menjadi contoh bagi pembangkit listrik lainnya di Indonesia untuk beralih ke sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.