Setapak Langkah – 02 Juni 2026 | Peternak unggas di Kabupaten Blitar mengungkapkan keprihatinan mendalam setelah harga telur MBG (Murni Bening Griya) mengalami penurunan tajam di pasar nasional. Penurunan ini mengancam kelangsungan usaha peternak kecil yang bergantung pada margin tipis.
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Blitar, Dr. H. R. Hadi, dalam pertemuan dengan asosiasi peternak dan perwakilan koperasi mengusulkan mekanisme penyerapan telur MBG melalui koperasi desa bernama “Kopdes Merah Putih”. Mekanisme ini diharapkan dapat menstabilkan harga jual, sekaligus memberikan saluran distribusi yang lebih terorganisir bagi peternak skala mikro.
Rencana Penyerapan
- Setiap peternak kecil menyerahkan produksi telur MBG ke Kopdes Merah Putih secara bulanan.
- Kopdes akan mengumpulkan, mengemas, dan menyalurkan telur ke pasar grosir regional dan nasional.
- Harga pembelian ditetapkan berdasarkan indeks harga stabil yang dipantau oleh Dinas Pertanian setempat.
- Keuntungan dari selisih penjualan akan dibagi secara proporsional antara koperasi dan peternak.
Selain menstabilkan harga, usulan ini juga mencakup pelatihan manajemen kualitas dan pemasaran digital bagi anggota koperasi, sehingga telur MBG dapat diposisikan sebagai produk premium dengan nilai tambah.
Reaksi peternak beragam. Sebagian menyambut baik inisiatif tersebut, berharap dapat mengurangi beban penurunan pendapatan. Namun, sejumlah peternak mengkritik kurangnya transparansi dalam penetapan harga dan khawatir akan birokrasi yang dapat memperlambat distribusi.
Pemerintah Kabupaten Blitar berjanji akan melakukan evaluasi berkala dan melibatkan pihak ketiga independen untuk memastikan mekanisme berjalan adil. Jika berhasil, model Kopdes Merah Putih dapat direplikasi di kabupaten lain yang menghadapi masalah serupa.