Setapak Langkah – 03 Juni 2026 | Bandara Internasional Minangkabau (PDG) pada hari Rabu (tanggal) menjadi lokasi pendaratan darurat sebuah pesawat angkut berat milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). Pesawat C-130 Hercules tersebut mengalami kegagalan mesin saat berada di atas wilayah Sumatera Barat, memaksa pilot melakukan pendaratan paksa di landasan bandara.
- Identifikasi masalah: Tim teknisi menemukan bahwa satu dari empat mesin turboprop pesawat mengalami mati total akibat kegagalan komponen fuel pump.
- Penanganan darurat: Pesawat berhasil berhenti dengan selamat, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka pada awak pesawat.
- Prosedur selanjutnya: Pesawat dipindahkan ke apron untuk pemeriksaan lebih lanjut dan perbaikan sementara.
Setelah pendaratan, petugas bandara berkoordinasi dengan pihak militer Amerika untuk mengatur proses pemeriksaan teknis. Pihak US Navy mengirim tim mekanik khusus yang melakukan inspeksi menyeluruh pada mesin yang bermasalah serta sistem bahan bakar. Perbaikan sementara dilakukan sehingga pesawat dapat lepas landas kembali ke pangkalan asalnya di Guam setelah mendapatkan izin terbang dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Insiden ini menimbulkan gangguan operasional di Bandara Minangkabau selama kurang lebih dua jam, mengakibatkan penundaan beberapa jadwal penerbangan komersial. Namun, pihak bandara memastikan bahwa semua penumpang dan maskapai komersial tetap aman dan tidak terpengaruh secara signifikan.
Pejabat Bandara Minangkabau menegaskan bahwa prosedur darurat telah dijalankan sesuai standar internasional dan tidak ada kerusakan pada fasilitas bandara. Sementara itu, US Navy menyatakan bahwa penyelidikan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kegagalan mesin dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.