Setapak Langkah – 25 April 2026 | Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan keyakinannya bahwa Koperasi Merah Putih memiliki potensi menghasilkan margin sebesar Rp 50 triliun dengan memperpendek rantai pasok pangan, mulai dari petani hingga konsumen akhir.
Strategi pemendekan rantai pasok meliputi pengintegrasian proses logistik, pemasaran langsung, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk menghubungkan produsen kecil dengan pasar yang lebih luas. Dengan menghilangkan perantara yang tidak memberi nilai tambah signifikan, koperasi diharapkan dapat menurunkan biaya distribusi sekaligus meningkatkan harga jual bagi petani.
- Peningkatan pendapatan petani melalui harga jual yang lebih adil.
- Pengurangan biaya transportasi dan penyimpanan.
- Peningkatan akses konsumen terhadap produk segar dengan harga kompetitif.
- Penciptaan lapangan kerja baru dalam sektor logistik dan pemasaran.
Proyeksi keuntungan Rp 50 triliun mencerminkan skala ambisius koperasi yang menargetkan penetrasi pasar nasional. Namun, realisasi target tersebut memerlukan dukungan kebijakan yang stabil, investasi pada infrastruktur digital, serta pelatihan bagi anggota koperasi dalam manajemen rantai pasok modern.
Jika berhasil, model Koperasi Merah Putih dapat menjadi contoh bagi sektor pertanian lainnya, mendorong transformasi ekonomi agraria Indonesia menuju kemandirian pangan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.