Setapak Langkah – 30 April 2026 | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menghasilkan perputaran dana mencapai enam triliun rupiah setiap bulannya di provinsi Jawa Barat. Angka tersebut mencerminkan dampak ekonomi yang signifikan, mengingat sebagian besar aliran dana tersebut bersumber dari pemerintah daerah, perusahaan swasta, dan lembaga donor yang berkomitmen meningkatkan status gizi masyarakat.
Program MBG dirancang untuk menyediakan makanan bergizi secara gratis kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak sekolah, ibu hamil, dan lansia. Dengan menyalurkan dana sebesar Rp6 triliun tiap bulan, BGN mampu memperluas jangkauan layanan ke lebih dari 2 juta penerima manfaat di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Beberapa faktor utama yang mendukung keberhasilan perputaran dana ini antara lain:
- Koordinasi lintas sektoral: Sinergi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memperlancar alokasi dan penyaluran dana.
- Pengawasan ketat: Sistem monitoring berbasis digital memastikan setiap bantuan tercatat secara akurat dan transparan.
- Partisipasi masyarakat: Relawan lokal dan organisasi non‑pemerintah berperan aktif dalam distribusi makanan dan edukasi gizi.
Selain meningkatkan status gizi, aliran dana besar ini juga menstimulasi sektor ekonomi lokal. Produsen bahan pangan, petani, dan usaha mikro menambah pendapatan karena meningkatnya permintaan bahan baku untuk paket makanan MBG.
Dadan Hindayana menambahkan bahwa target ke depan adalah meningkatkan efisiensi penggunaan dana serta memperluas cakupan program ke wilayah yang belum terjangkau. Pemerintah provinsi berencana menambah alokasi anggaran sebesar 15 persen pada tahun fiskal berikutnya, sekaligus menggandeng lebih banyak mitra swasta untuk mendukung keberlanjutan program.
Dengan perputaran dana yang terus meningkat, program MBG diharapkan menjadi model unggulan dalam upaya menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jawa Barat secara berkelanjutan.