Setapak Langkah – 05 Mei 2026 | Menteri Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengungkapkan bahwa sampai dengan 3 Mei 2026, total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai sekitar Rp96 triliun. Dari jumlah tersebut, porsi terbesar dialokasikan untuk sektor produksi, menandakan fokus pemerintah dalam memperkuat kapasitas manufaktur dan industri ringan.
Berikut rincian alokasi KUR menurut sektor utama:
| Sektor | Penyaluran (Triliun Rp) | Persentase |
|---|---|---|
| Produksi (manufaktur, agroindustri) | 52,8 | 55% |
| Perdagangan | 19,2 | 20% |
| Jasa (pariwisata, teknologi, konsultasi) | 14,4 | 15% |
| Lainnya (pertanian, perikanan, energi terbarukan) | 9,6 | 10% |
Alokasi yang dominan ke sektor produksi bertujuan meningkatkan daya saing produk dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada impor, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih stabil. Kredit yang diberikan mencakup berbagai bentuk, mulai dari pembiayaan mesin dan peralatan, hingga modal kerja untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Beberapa dampak signifikan yang sudah terlihat antara lain:
- Peningkatan volume produksi UMKM sebesar 12% dibandingkan tahun sebelumnya.
- Pertumbuhan ekspor produk UMKM naik 8% berkat peningkatan kualitas dan standar produksi.
- Penyerapan tenaga kerja tambahan sebesar 350 ribu orang di sektor manufaktur dan agroindustri.
Namun, Maman juga menyoroti tantangan yang masih harus diatasi, seperti akses informasi yang terbatas bagi pelaku usaha di daerah terpencil, serta kebutuhan pendampingan teknis untuk mengoptimalkan penggunaan dana kredit.
Untuk menanggapi hal tersebut, Kementerian UMKM berencana meluncurkan program pelatihan digital dan penyuluhan keuangan di seluruh provinsi, serta memperkuat kerjasama dengan bank-bank daerah dalam proses pencairan KUR.
Ke depan, target pemerintah adalah menyalurkan total KUR mencapai Rp150 triliun pada akhir 2027, dengan proporsi sektor produksi tetap berada di atas 50%. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi pasca‑pandemi serta menyiapkan fondasi industri yang lebih mandiri.