histats

Pengungsi Gempa Flores Jalani Pemulihan Trauma Pascabencana

Pengungsi Gempa Flores Jalani Pemulihan Trauma Pascabencana

Setapak Langkah – 17 Agustus 2026 | Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada 9 September 2024 menewaskan lebih dari 150 orang dan menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Sebagian besar korban, terutama anak-anak, mengalami dampak psikologis yang signifikan akibat kehilangan keluarga, rumah, dan rutinitas harian.

Pemerintah daerah Flores bekerja sama dengan Universitas Negeri dan lembaga bantuan internasional menginisiasi program pemulihan trauma bagi para pengungsi. Program ini menargetkan anak-anak usia 5-17 tahun, ibu hamil, serta lansia yang rentan terhadap stres pascabisnis.

Berikut rangkaian kegiatan utama dalam program pemulihan trauma tersebut:

  • Sesi Konseling Individu: Dilakukan oleh psikolog klinis bersertifikat, dengan pendekatan kognitif‑perilaku untuk membantu korban mengidentifikasi dan mengelola gejala stres.
  • Terapi Kelompok: Menggunakan metode bermain dan seni untuk anak-anak, serta diskusi kelompok bagi orang dewasa guna membangun jaringan dukungan sosial.
  • Pendidikan Kesehatan Mental: Sesi penyuluhan bagi orang tua dan pengasuh tentang tanda‑tanda trauma serta cara memberikan dukungan emosional di rumah.
  • Aktivitas Rekreasi Terstruktur: Olahraga ringan, musik, dan seni kerajinan yang dirancang untuk mengembalikan rasa aman dan normalitas.
  • Monitoring Berkelanjutan: Tim psikolog melakukan kunjungan rutin ke pos pengungsian selama tiga bulan pertama, kemudian melanjutkan pemantauan bulanan.

Sejak peluncuran program pada awal Oktober 2024, lebih dari 1.200 anak dan 400 orang dewasa telah menerima layanan konseling. Hasil awal menunjukkan penurunan signifikan pada gejala kecemasan dan gangguan tidur di antara peserta.

Selain dukungan psikologis, upaya rehabilitasi mencakup pemulihan infrastruktur dasar, seperti penyediaan air bersih, listrik sementara, dan tempat tinggal semi‑permanen. Koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, universitas, dan organisasi non‑pemerintah dipandang penting untuk mempercepat proses pemulihan menyeluruh.

Para ahli menekankan bahwa pemulihan trauma bukanlah proses yang instan. “Kesabaran, konsistensi, dan keterlibatan komunitas sangat penting untuk membantu korban kembali ke kehidupan yang produktif,” ujar Dr. Rini Hartati, psikolog senior yang memimpin tim konseling.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *