Setapak Langkah – 13 Agustus 2026 | Program konsolidasi dan transformasi yang digagas oleh Menteri BUMN Danantara mulai menunjukkan hasil nyata setelah beberapa kuartal pelaksanaan.
Pengamat ekonomi menilai bahwa lonjakan laba bersih hampir semua sektor strategis menjadi indikator kuat bahwa strategi tersebut berhasil meningkatkan efisiensi operasional dan sinergi antar perusahaan milik negara.
- Energi: Laba bersih naik sekitar 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
- Telekomunikasi: Peningkatan laba bersih mencapai 22% berkat integrasi jaringan dan layanan digital.
- Transportasi: Laba bersih meningkat 15% setelah restrukturisasi armada dan optimalisasi rute.
- Keuangan: Pertumbuhan laba bersih 12% berkat penguatan portofolio kredit dan pengurangan non-performing loan.
Berikut gambaran singkat pertumbuhan laba bersih di empat sektor utama:
| Sektor | Laba Bersih 2023 (triliun Rp) | Laba Bersih 2022 (triliun Rp) | Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
| Energi | 15,2 | 12,9 | +18% |
| Telekomunikasi | 9,8 | 8,0 | +22% |
| Transportasi | 7,5 | 6,5 | +15% |
| Keuangan | 6,3 | 5,6 | +12% |
Para analis menekankan bahwa keberlanjutan kinerja positif ini tetap bergantung pada pelaksanaan kebijakan lanjutan, seperti peningkatan tata kelola, pengelolaan risiko, dan inovasi teknologi. Jika konsolidasi dan transformasi terus dipertahankan, BUMN diproyeksikan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka menengah.