Setapak Langkah – 11 Juni 2026 | Pengamat politik senior Boni Hargens memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas kebijakan yang membuka peluang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menempati posisi strategis di lingkungan kepolisian. Menurut Hargens, langkah ini mencerminkan upaya modernisasi institusi kepolisian serta meningkatkan sinergi antara birokrasi sipil dan aparat penegak hukum.
Dalam pernyataannya, Boni menekankan bahwa pemberian ruang bagi ASN dapat memperkaya perspektif kebijakan kepolisian, khususnya dalam bidang manajemen, teknologi, dan pelayanan publik. Ia juga menyoroti bahwa integrasi tersebut dapat menurunkan risiko konflik kepentingan dan memperkuat akuntabilitas institusi.
Berikut beberapa implikasi utama yang diidentifikasi oleh pengamat:
- Penguatan tata kelola internal melalui penerapan standar birokrasi sipil.
- Peningkatan kemampuan analisis kebijakan berbasiskan data dan riset.
- Kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan kejahatan siber dan kejahatan terorganisir.
- Penyerapan kompetensi teknis ASN di bidang IT, keuangan, dan sumber daya manusia.
Hargens juga menambahkan bahwa kebijakan ini harus diimbangi dengan program pelatihan khusus bagi ASN yang akan mengisi posisi di kepolisian, agar transisi dapat berjalan mulus tanpa mengganggu operasi harian. Ia mengingatkan pentingnya mekanisme evaluasi berkala untuk menilai efektivitas kolaborasi tersebut.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa inisiatif ini selaras dengan visi reformasi kepolisian yang berorientasi pada profesionalisme dan transparansi. Ia berharap kehadiran ASN dapat mempercepat digitalisasi proses internal serta meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Secara keseluruhan, langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk memperkuat institusi kepolisian dalam menghadapi tantangan keamanan modern, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan sumber daya manusia di sektor publik.