Setapak Langkah – 22 Juni 2026 | Yuvita Tri Rezeki, wanita berusia 29 tahun yang menjadi tulang punggung keluarganya, dinyatakan menghilang sejak tiga tahun lalu. Keluarganya baru-baru ini mengungkapkan serangkaian peristiwa yang mereka yakini menjadi penyebab hilangnya Yuvita dan berujung pada kondisi kebutaan permanen yang dialaminya.
Kepolisian melakukan penyelidikan awal namun tidak menemukan jejak yang jelas. Setelah hampir satu tahun, keluarga Yuvida menerima informasi dari tetangga bahwa seorang pria yang dikenal sebagai pacar Yuvita pernah terlihat membawa Yuvita ke sebuah rumah sewa di pinggiran Bandung.
Pada Oktober 2022, setelah tekanan publik meningkat, pihak kepolisian berhasil menemukan Yuvita dalam keadaan terikat di sebuah kamar sempit. Pemeriksaan medis mengungkapkan bahwa Yuvita mengalami kerusakan pada saraf optik yang mengakibatkan kebutaan total. Dokter menyatakan bahwa cedera tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh penahanan lama dalam kondisi minim cahaya dan kurangnya perawatan kesehatan.
Keluarga Yuvita menegaskan bahwa mereka tidak pernah menyetujui tindakan kekerasan apa pun dan menuntut agar pelaku, yang diduga adalah mantan pacar Yuvita, diproses secara hukum. Mereka juga meminta bantuan sosial dan medis untuk membantu Yuvita menyesuaikan diri dengan kondisi barunya.
Berikut rangkuman kronologi yang disampaikan keluarga:
- 2020: Yuvita terakhir terlihat bersama pacarnya.
- 2021: Keluarga melaporkan hilangnya Yuvita ke kepolisian.
- 2022: Yuvita ditemukan dalam kondisi terkurung; diagnosa kebutaan permanen.
- 2023: Keluarga mengajukan tuntutan hukum terhadap pelaku.
Kasus ini memicu perdebatan luas mengenai perlindungan korban kekerasan dalam rumah tangga serta pentingnya mekanisme pelaporan yang efektif. Masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan moral bagi Yuvita dan keluarganya, serta menuntut penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku.