Setapak Langkah – 23 Mei 2026 | Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), masih terdapat 211 lingkungan Rukun Warga (RW) yang tergolong kumuh di Jakarta. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengklaim angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan data tahun sebelumnya.
Berikut beberapa poin penting terkait penurunan RW kumuh yang disampaikan Pemprov:
- Penurunan didasarkan pada hasil survei lapangan dan verifikasi ulang data BPS.
- Program revitalisasi permukiman, seperti “Kota Tanpa Kumuh”, telah dilaksanakan di lebih dari 50 RW sejak 2022.
- Peningkatan akses layanan dasar (air bersih, sanitasi, listrik) menjadi fokus utama dalam upaya perbaikan.
- Kolaborasi antara Dinas Perumahan, Dinas Kesehatan, dan lembaga swadaya masyarakat mempercepat proses perbaikan.
Data perbandingan secara singkat:
| Tahun | Jumlah RW Kumuh |
|---|---|
| 2022 | ~230 |
| 2023 | 211 |
Pemprov menegaskan bahwa penurunan ini belum mencapai target akhir, namun menjadi indikator positif bagi kebijakan penataan perkotaan. Selanjutnya, pemerintah berkomitmen melanjutkan program rehabilitasi, memperluas cakupan wilayah, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemantauan lingkungan.
Dengan fokus pada perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup warga, diharapkan jumlah RW kumuh di Jakarta akan terus berkurang dalam beberapa tahun mendatang.