Setapak Langkah – 01 Juli 2026 | Pemerintah Kota Pontianak kembali menegaskan komitmen dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan sektor hortikultura. Program ini diluncurkan sebagai respons atas tantangan pasokan pangan yang semakin dinamis serta upaya meningkatkan kemandirian pangan lokal.
Beberapa langkah strategis yang diambil antara lain:
- Penyediaan bibit unggul dan pupuk organik bagi petani kecil dan pekebun perkotaan.
- Pelatihan teknik budidaya modern, termasuk hidroponik dan vertikultur, yang dapat diterapkan di lahan terbatas.
- Pemberian insentif finansial berupa subsidi listrik dan air bagi usaha pertanian kota.
- Pembentukan pasar tani khusus di pusat kota untuk mempermudah distribusi hasil hortikultura.
Selain itu, Pemkot Pontianak bekerjasama dengan lembaga riset pertanian untuk melakukan monitoring produksi dan kualitas hasil panen. Target produksi hortikultura tahun 2025 diharapkan mencapai 1.200 ton, meningkat 30% dibandingkan tahun 2023.
| Tahun | Produksi (ton) | Target Peningkatan |
|---|---|---|
| 2023 | 923 | – |
| 2024 | 1.050 | +13,7% |
| 2025 | 1.200 (target) | +30% |
Implementasi program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ketersediaan sayur dan buah segar bagi warga Pontianak, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang pertanian kota. Dengan menitikberatkan pada praktik pertanian berkelanjutan, Pemkot Pontianak berupaya menurunkan ketergantungan pada impor bahan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Keberhasilan inisiatif hortikultura akan terus dipantau melalui indikator produksi, kualitas produk, dan tingkat partisipasi petani. Pemerintah kota berjanji akan menyesuaikan kebijakan dukungan sesuai dengan kebutuhan lapangan, memastikan bahwa ketahanan pangan tetap terjaga dalam jangka panjang.