Setapak Langkah – 15 Mei 2026 | Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengumumkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah mengajukan rencana pembangunan lima unit jembatan bailey sebagai upaya mitigasi dampak banjir yang kerap melanda wilayah tersebut. Rencana ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan akses transportasi di daerah yang terdampak, terutama pada musim hujan yang intens.
Jembatan bailey merupakan struktur sementara yang terbuat dari baja ringan dan dapat dipasang dalam waktu singkat. Karena sifatnya yang fleksibel, jenis jembatan ini cocok untuk menghubungkan wilayah yang terputus akibat luapan sungai atau jalan yang rusak oleh banjir.
Lokasi yang direncanakan
- Desa Sungai Gading, Kecamatan Batusangkar
- Desa Lembah Beringin, Kecamatan Padang Ganting
- Desa Batu Tiga, Kecamatan Limapuluh
- Desa Padang Aro, Kecamatan Salimpa
- Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanah Datar Utara
Rincian teknis dan anggaran
| Unit | Panjang (m) | Lebar (m) | Estimasi biaya (juta Rupiah) |
|---|---|---|---|
| Jembatan 1 | 30 | 5 | 1.200 |
| Jembatan 2 | 28 | 5 | 1.150 |
| Jembatan 3 | 32 | 5 | 1.250 |
| Jembatan 4 | 27 | 5 | 1.100 |
| Jembatan 5 | 31 | 5 | 1.220 |
Total estimasi anggaran mencapai sekitar Rp 6,0 miliar, yang akan dibiayai melalui alokasi anggaran daerah serta dukungan dana hibah dari pemerintah pusat. Bupati menekankan bahwa proses pengadaan material dan pemasangan akan dimulai segera setelah persetujuan anggaran, dengan target penyelesaian dalam tiga bulan.
Selain memperbaiki aksesibilitas, jembatan bailey diharapkan dapat mengurangi waktu tempuh evakuasi darurat, mempermudah distribusi bantuan, serta meminimalkan kerugian ekonomi akibat terputusnya jalur transportasi. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga berencana melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat mengenai penggunaan dan perawatan jembatan sementara tersebut.
Jika rencana ini disetujui, Tanah Datar akan menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan solusi infrastruktur cepat untuk mengatasi bencana banjir, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan wilayah dalam menghadapi perubahan iklim.