Setapak Langkah – 15 Mei 2026 | Mohammad Zaki Ubaidillah, pemain tunggal putra Indonesia, mengungkapkan betapa beratnya melawan Jeon Hyeok Jin dalam pertandingan Thailand Open yang berlangsung pekan lalu. Dalam laga yang berlangsung ketat, Ubaidillah merasa tertekan sejak awal karena kecepatan dan variasi pukulan lawan yang konsisten.
Jeon, petenis asal Korea Selatan, memanfaatkan agresifitasnya dengan serangan smash berulang serta pukulan drop yang tajam, membuat Ubaidillah harus terus beradaptasi. “Saya merasa tertekan sejak serve pertama. Jeon menekan saya di setiap raket, sehingga saya kesulitan menemukan ritme permainan,” ujar Ubaidillah dalam konferensi pers sesudah pertandingan.
Berikut adalah rangkuman statistik utama pertandingan:
- Skor akhir: 21-14, 18-21, 21-15 untuk Jeon Hyeok Jin.
- Pukulan net: Jeon 15, Ubaidillah 12.
- Kesalahan tidak pakai pukulan (unforced errors): Ubaidillah 9, Jeon 5.
Li>Jumlah smash: Jeon 28, Ubaidillah 22.
Analisis teknik menunjukkan bahwa tekanan mental menjadi faktor penentu. Ubaidillah mengakui bahwa ia harus menahan rasa frustrasi agar tidak memengaruhi keputusan di lapangan. “Saya belajar bahwa mengelola tekanan sangat penting, terutama melawan pemain yang terus menekan,” tambahnya.
Pelatih tim nasional menilai bahwa pengalaman ini akan menjadi pelajaran berharga bagi Ubaidillah. “Dia menunjukkan keberanian melawan lawan kelas dunia. Ke depan, kami akan fokus pada penanganan tekanan mental serta meningkatkan konsistensi servis dan backhand,” kata pelatih.
Setelah Thailand Open, Ubaidillah menargetkan perbaikan pada turnamen berikutnya, termasuk meningkatkan kecepatan footwork dan variasi pukulan drop untuk mengatasi lawan yang agresif.