Setapak Langkah – 07 Juli 2026 | Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melakukan penyaluran bantuan air bersih senilai 245.000 liter kepada warga yang mengalami kekeringan di beberapa wilayah. Penyaluran dilakukan pada minggu lalu dan ditujukan untuk mengatasi krisis air yang melanda sejumlah desa di kecamatan Cikarang, Tambun, dan Cikarang Barat.
Jumlah air bersih tersebut dibagi secara merata ke tujuh desa yang paling terdampak, dengan rincian sebagai berikut:
- Desa Cibarusah (Tambun) – 35.000 liter
- Desa Kadu (Cikarang) – 30.000 liter
- Desa Cibatu (Cikarang Barat) – 28.000 liter
- Desa Jatisari (Cikarang) – 27.000 liter
- Desa Sukamaju (Tambun) – 25.000 liter
- Desa Pakuan (Cikarang Barat) – 23.000 liter
- Desa Cileungsi (Cikarang) – 17.000 liter
Wakil Bupati Bekasi, Budi Santoso, menyatakan bahwa distribusi ini merupakan upaya konkret untuk mengurangi dampak kekeringan yang mengganggu aktivitas pertanian dan kehidupan sehari-hari warga. Ia menambahkan bahwa pemda akan terus memantau kebutuhan air dan menyiapkan langkah-langkah lanjutan, termasuk pembangunan sumur bor dan peningkatan jaringan pipa distribusi air bersih.
Selain bantuan air bersih, pihak Pemkab juga menyiapkan program edukasi tentang pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan, serta memberikan subsidi untuk pemasangan sistem penampungan air hujan di rumah-rumah warga yang membutuhkan.
Kondisi kekeringan di wilayah tersebut dipicu oleh curah hujan yang menurun drastis selama tiga bulan terakhir, sehingga sumur-sumur tradisional mengalami penurunan volume air secara signifikan. Upaya penyaluran air bersih ini diharapkan dapat memberikan bantuan segera sambil menunggu solusi jangka panjang.