Setapak Langkah – 30 Mei 2026 | Harga tandan buah segar (TBS) sawit baru-baru ini mengalami penurunan tajam, mengancam pendapatan petani di berbagai provinsi. Menyikapi situasi tersebut, pemerintah segera meluncurkan serangkaian kebijakan untuk menstabilkan pasar dan melindungi kesejahteraan petani.
Langkah utama yang diambil meliputi:
- Peningkatan pembelian TBS oleh badan usaha milik negara (BUMN) dengan harga yang lebih kompetitif.
- Pemberian subsidi operasional bagi petani yang terdampak penurunan harga.
- Penguatan jaringan distribusi dan pemasaran untuk memperluas akses pasar domestik dan internasional.
- Koordinasi intensif antara Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan asosiasi petani.
Sejumlah daerah yang menjadi titik fokus intervensi, seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau, mulai melaporkan perbaikan harga. Meskipun kenaikan belum signifikan, petani menyatakan rasa lega karena adanya jaminan harga minimum.
Para petani menilai bahwa kebijakan pemerintah memberikan ruang bernapas sementara mereka menunggu pemulihan pasar yang lebih stabil. Di sisi lain, analis pasar memperingatkan bahwa pemulihan harga TBS membutuhkan dukungan berkelanjutan, termasuk pengendalian biaya produksi dan diversifikasi produk olahan.
Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk memantau fluktuasi harga secara berkala dan menyesuaikan kebijakan agar tetap responsif terhadap dinamika pasar global.