Setapak Langkah – 06 Agustus 2026 | Mantan Wakil Presiden FIFA sekaligus Presiden Asosiasi Sepak Bola Yordania (JFA), Pangeran Ali bin Al Hussein, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Dalam sebuah pernyataan publik, Pangeran Ali menuduh FIFA memanfaatkan krisis internal yang terjadi di Yordania sebagai alat untuk memperkuat posisi politik Infantino di dalam organisasi.
- Penekanan pada kepentingan politik: Pangeran Ali menyatakan bahwa FIFA lebih menonjolkan kepentingan politik ketimbang kepentingan pengembangan sepak bola di Yordania.
- Penggunaan krisis sebagai leverage: Ia menuduh bahwa masalah administratif dan perselisihan internal Yordania dijadikan bahan tawar menawar dalam pertemuan internal FIFA.
- Kurangnya transparansi: Pangeran Ali menuntut agar FIFA lebih terbuka dalam proses pengambilan keputusan yang memengaruhi federasi anggota, termasuk JFA.
Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan yang berfokus pada manipulasi politik dapat merusak integritas organisasi sepak bola dunia. Pangeran Ali menutup pernyataannya dengan menyerukan dialog terbuka antara FIFA, federasi nasional, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mencari solusi yang benar-benar mengutamakan kemajuan olahraga.