Setapak Langkah – 30 Mei 2026 | Pakar tenaga listrik Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan bahwa kondisi cuaca ekstrem menjadi salah satu penyebab utama terjadinya pemadaman listrik meluas di Sumatra pada minggu lalu. Menurut analisanya, tekanan angin yang tinggi dan suhu yang tidak menentu memicu kerusakan pada jaringan transmisi, terutama pada sambungan kabel yang rentan.
Penelitian internal tim ahli listrik ITB menunjukkan bahwa angin kencang dapat menyebabkan goyangan pada menara dan tiang listrik, sehingga sambungan antar kabel menjadi tidak stabil. Bila sambungan ini terganggu, arus listrik dapat mengalami lonjakan atau pemutusan secara tiba‑tiba, yang selanjutnya menimbulkan pemadaman pada area luas.
Selain faktor angin, suhu rendah juga berkontribusi pada peningkatan beban pada sistem pendingin transformator. Transformator yang bekerja pada suhu di bawah standar cenderung mengalami penurunan efisiensi, yang memperparah risiko kegagalan jaringan.
Berikut ini rangkuman faktor-faktor teknis yang diidentifikasi oleh pakar ITB:
- Tekanan angin tinggi: Menyebabkan getaran berlebih pada menara dan kabel transmisi.
- Sambungan kabel yang lemah: Mempermudah terjadinya pemutusan arus listrik.
- Suhu rendah: Menurunkan efisiensi transformator dan meningkatkan beban sistem pendingin.
Pihak pengelola jaringan listrik nasional telah menerima rekomendasi dari ITB untuk memperkuat sambungan kabel, menambah perlindungan anti‑goyang pada menara, serta melakukan pemeliharaan rutin pada transformator sebelum musim cuaca ekstrem. Diharapkan langkah‑langkah ini dapat meminimalisir risiko blackout serupa di masa mendatang.