Setapak Langkah – 18 Mei 2026 | Palembang – Dua orang kini resmi menjadi tersangka dalam kasus penembakan yang menimpa anggota TNI berinisial F-A di sebuah tempat hiburan malam bernama Panhead. Penembakan terjadi pada malam hari, menimbulkan kepanikan di antara pengunjung dan menambah kekhawatiran akan keamanan publik.
Berikut rangkaian kronologis singkat yang dirangkum dari hasil penyelidikan:
- 19.30 WIB: F-A bersama beberapa teman masuk ke Panhead, sebuah klub malam di pusat kota Palembang.
- 20.10 WIB: Suasana berubah setelah terjadinya pertengkaran verbal antara F-A dan sekelompok orang di area bar.
- 20.15 WIB: Tembakan terdengar; F-A terluka parah di bagian dada dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.
- 20.45 WIB: Polisi tiba di lokasi, mengamankan TKP, dan memulai pencarian saksi serta bukti fisik.
- 06.00 WIB keesokan harinya: Kedua tersangka ditangkap di wilayah yang berbeda; satu di area permukiman dekat Palembang, dan satu lagi di sebuah pos pengamanan militer.
Polisi menegaskan bahwa penyelidikan masih berlanjut, khususnya mengenai motif di balik penembakan. Beberapa saksi menyebutkan adanya perselisihan pribadi yang melibatkan F-A, namun pihak berwajib belum mengkonfirmasi apakah hal tersebut menjadi faktor utama.
Kasus ini menimbulkan sorotan publik karena melibatkan anggota TNI, yang biasanya dilindungi oleh prosedur militer khusus. Pemerintah daerah dan militer setempat menyatakan akan mendukung proses hukum yang transparan dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.
Jika terbukti bersalah, kedua tersangka dapat dijerat dengan pasal-pasal yang mengatur tindak pidana penggunaan senjata api serta pembunuhan berencana. Sementara itu, keluarga F-A masih menunggu kabar terbaru mengenai kondisi kesehatan korban, yang saat ini dirawat di ruang intensif.