Setapak Langkah – 03 Juni 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa aset gabungan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) mengalami kenaikan sebesar 3,70 % pada bulan Maret 2024, menembus angka Rp236,69 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan kesehatan keuangan sektor perbankan mikro di Indonesia.
Selain pertumbuhan aset, OJK menyoroti bahwa penyaluran kredit dan pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap stabil dan berkualitas. BPR dan BPRS mencatat porsi penyaluran kredit kepada UMKM mencapai 50,07 % dari total kredit yang diberikan, menegaskan peran penting lembaga keuangan ini dalam mendukung ekonomi inklusif.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Total Aset BPR/BPRS (Maret 2024) | Rp236,69 triliun |
| Pertumbuhan Aset YoY | 3,70 % |
| Porsi Penyaluran Kredit UMKM | 50,07 % |
Para analis memandang bahwa tren positif ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, mengingat UMKM menyumbang lebih dari 60 % Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dengan dukungan pembiayaan yang terus mengalir, diharapkan UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas pasar.
OJK menegaskan komitmen untuk terus memantau kinerja BPR dan BPRS, serta memperkuat regulasi yang mendukung inklusi keuangan tanpa mengorbankan stabilitas sistemik.