Setapak Langkah – 11 Juni 2026 | Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah terus memantau kualitas stok beras nasional untuk memastikan bahwa beras yang tersedia di pasar dan yang akan disalurkan ke daerah terdampak tetap memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.
- Pemeriksaan fisik: petugas mengecek kondisi kemasan, kelembaban, dan tanda-tanda kerusakan pada beras.
- Uji laboratorium: sampel beras dianalisis untuk kadar abu, kadar protein, serta keberadaan pestisida dan mikroba berbahaya.
- Verifikasi dokumen: data kepemilikan, asal gudang, dan catatan distribusi dikonfirmasi melalui sistem informasi logistik (SIL).
Hasil pengawasan terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 95% stok beras yang berada di gudang pemerintah memenuhi kriteria “baik” dan “layak salur”. Berikut ringkasan data kualitas stok beras per wilayah pada kuartal terakhir:
| Wilayah | Total Stok (ton) | Kualitas Baik (%) | Kualitas Layak Salur (%) |
|---|---|---|---|
| Jawa Barat | 1.200.000 | 96 | 95 |
| Jawa Tengah | 950.000 | 94 | 93 |
| Sumatra Utara | 800.000 | 97 | 96 |
| Kalimantan Selatan | 600.000 | 95 | 94 |
Selain pengawasan rutin, Kementerian Pertanian juga meningkatkan kapasitas laboratorium regional, mempercepat proses analisis, serta mengintegrasikan teknologi sensor untuk pemantauan kelembaban dan suhu secara real‑time.
Menteri Andi Amran menekankan bahwa menjaga kualitas stok beras tidak hanya penting untuk stabilitas harga, tetapi juga untuk melindungi kesehatan konsumen. Ia menutup dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan mekanisme pengawasan dan memastikan pasokan beras nasional tetap aman, terjangkau, dan berkualitas.