Setapak Langkah – 05 Mei 2026 | Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Roma, Italia, serta Kota Vatikan pada tanggal 6 hingga 8 Mei 2024. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian diplomasi Washington untuk memperkuat aliansi transatlantik dan menanggapi tantangan keamanan serta ekonomi di kawasan Eropa Selatan.
Selama tiga hari di Italia, Rubio akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, serta Perdana Menteri Giorgia Meloni. Pertemuan tersebut diperkirakan akan membahas isu-isu strategis seperti dukungan NATO terhadap Ukraina, stabilitas kawasan Mediterania, penanganan migrasi ilegal, serta kerja sama energi dan perubahan iklim.
Jadwal kunjungan juga mencakup pertemuan dengan Paus Fransiskus di Vatikan. Dalam dialog tersebut, kedua pihak diharapkan membicarakan nilai‑nilai demokrasi, hak asasi manusia, serta peran Gereja Katolik dalam mempromosikan perdamaian dan keadilan sosial di dunia.
| Hari | Lokasi | Kegiatan |
|---|---|---|
| 6 Mei | Roma | Pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Italia; Sesi bilateral dengan PM Italia |
| 7 Mei | Roma | Dialog dengan delegasi Uni Eropa; Kunjungan ke perusahaan teknologi dan energi |
| 8 Mei | Kota Vatikan | Pertemuan dengan Paus Fransiskus; Penandatanganan pernyataan bersama |
Selain agenda politik, kunjungan ini juga diharapkan memperkuat kerja sama ekonomi antara Amerika Serikat dan Italia, khususnya di sektor energi bersih, inovasi teknologi, dan perdagangan barang serta jasa. Para analis menilai bahwa keberhasilan dialog ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dan membuka peluang investasi baru di kedua negara.
- Keamanan: Koordinasi NATO dan dukungan terhadap Ukraina.
- Energi: Pengembangan energi terbarukan dan diversifikasi sumber energi.
- Ekonomi: Peningkatan perdagangan dan investasi bilateral.
- Migrasi: Penanganan gelombang migrasi di Mediterania.
- Hak Asasi Manusia: Kolaborasi dengan Vatikan dalam promosi nilai‑nilai demokrasi.
Kunjungan Rubio ke Italia dan Vatikan mencerminkan upaya Washington untuk tetap terlibat aktif dalam dinamika politik Eropa serta memperkuat kemitraan strategis dengan sekutu tradisionalnya di kawasan tersebut.