Setapak Langkah – 18 April 2026 | Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan pentingnya sinkronisasi master plan dalam rangka mempercepat pengembangan destinasi super prioritas Danau Toba. Menpar menekankan bahwa rencana induk harus selaras dengan kebijakan pembangunan daerah, sektor transportasi, energi, serta pelestarian lingkungan.
- Peninjauan kembali prioritas infrastruktur, termasuk akses jalan, bandara, dan pelabuhan air.
- Peningkatan fasilitas wisata berkelanjutan, seperti area parkir, toilet umum, dan pusat informasi.
- Penguatan program pemberdayaan masyarakat lokal melalui pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha mikro.
- Pengintegrasian aspek konservasi ekosistem Danau Toba dalam setiap tahap pembangunan.
- Penetapan mekanisme monitoring dan evaluasi berkala untuk menilai capaian target.
Menpar juga menyoroti bahwa sinkronisasi master plan tidak hanya akan mempercepat realisasi proyek, tetapi juga meningkatkan daya tarik Danau Toba sebagai destinasi wisata internasional. Dengan standar pelayanan yang terjamin dan infrastruktur yang memadai, diharapkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara akan meningkat secara signifikan.
Untuk mendukung implementasi, pemerintah berkomitmen menyiapkan anggaran khusus dalam APBN tahun mendatang serta membuka peluang investasi swasta melalui skema kemitraan publik‑privat (PPP). Seluruh pihak diharapkan berperan aktif, mulai dari lembaga pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat setempat, agar pengembangan Danau Toba dapat berlangsung secara terpadu, inklusif, dan berkelanjutan.