Setapak Langkah – 15 Mei 2026 | Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi adanya ranjau laut di Selat Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman. Pengakuan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers pada tanggal tertentu.
Selat Hormuz merupakan salah satu titik sempit terpenting dunia, melalui selat ini mengalir sekitar 20% volume minyak mentah global. Keberadaan ranjau dapat mengganggu lalu lintas kapal tanker serta meningkatkan risiko kecelakaan maritim.
Araghchi menjelaskan bahwa ranjau tersebut dipasang secara tidak resmi oleh pihak-pihak yang belum diidentifikasi, dan menegaskan bahwa pemerintah Iran sedang melakukan upaya pembersihan dengan bantuan tim militer maritim. Ia menambahkan bahwa Iran tetap berkomitmen menjaga keamanan selat demi kelancaran perdagangan internasional.
Beberapa negara pengguna jalur tersebut, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Emirat Arab, menyatakan keprihatinan mereka. Pihak-pihak tersebut menuntut transparansi serta kolaborasi multinasional untuk mengatasi ancaman tersebut.
Potensi dampak ekonomi dan politik meliputi:
- Peningkatan biaya asuransi dan bahan bakar bagi kapal yang melewati Selat Hormuz.
- Fluktuasi harga minyak dunia akibat kekhawatiran pasokan.
- Ketegangan diplomatik antara Iran dan negara-negara Barat.
Jika ranjau tidak segera dinetralisir, risiko penurunan volume perdagangan laut dapat memicu perlambatan ekonomi di negara-negara yang sangat bergantung pada impor minyak melalui selat tersebut.
Pihak berwenang Iran mengatakan operasi pembersihan diperkirakan selesai dalam beberapa minggu, sambil menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk menghindari insiden serupa di masa depan.