Setapak Langkah – 08 Juli 2026 | Menko Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, memberikan orasi kebangsaan di Universitas Katolik Widya Mandala (Unikama) pada hari Senin. Acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta tokoh-tokoh pendidikan yang menyambut pesan-pesan kebangsaan dengan antusias.
Dalam sambutannya, Yusril menekankan bahwa etika bernegara merupakan landasan utama bagi kelancaran pemerintahan dan keutuhan bangsa. Menurutnya, nilai‑nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian harus menjadi pedoman dalam setiap kebijakan publik serta tindakan sehari‑hari warga negara.
Selain menyinggung pentingnya etika, Menko Yusril juga menyoroti peran bahasa daerah sebagai identitas budaya Indonesia. Ia mengingatkan bahwa keberagaman bahasa bukan sekadar warisan linguistik, melainkan cerminan keragaman budaya yang harus dilestarikan agar tidak tergerus arus globalisasi.
Poin‑poin utama yang disampaikan antara lain:
- Etika bernegara harus dijadikan standar dalam pembuatan kebijakan dan pelaksanaan layanan publik.
- Penguatan nilai moral di sekolah dan universitas sebagai upaya menumbuhkan generasi yang berintegritas.
- Pelestarian bahasa daerah sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas nasional.
- Peran aktif generasi muda dalam menjaga persatuan dan semangat kebangsaan.
Yusril menutup orasinya dengan ajakan kepada seluruh civitas akademika Unikama untuk menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi nilai‑nilai kebangsaan serta berkontribusi pada pembangunan negara yang berkeadilan.